Mengubah wajah pertambangan Mongolia

Tanggal
September 19, 2019
Kategori
  • Karyawan dan masyarakat
Tag

Erdenetsetseg Narantsatsralt merupakan bagian dari gelombang pertama wanita Mongolia yang diizinkan bekerja di bawah tanah.

 

Pada akhir 2017, sebuah undang-undang baru disahkan yang memungkinkan perempuan untuk dipekerjakan sebagai operator bawah tanah.

Sebagai bentuk komitmen mereka terhadap kesetaraan gender, tim Thiess Mongolia telah bekerja dengan para perempuan lokal dari daerah Gobi Selatan untuk peningkatan keterampilan dan mempromosikan peluang kerja.

Erdenetsetseg adalah satu dari tiga wanita yang dipekerjakan oleh Thiess pada tahun ini setelah menjalani pelatihan tugas dan keselamatan yang ekstensif.

Ketiga wanita tersebut saat ini telah memenuhi syarat untuk mengoperasikan peralatan dan melakukan tugas operator harian.

“Saya sangat senang bekerja dengan para penambang berpengalaman. Saya akan berusaha yang terbaik agar menjadi penambang wanita yang berpengalaman di masa depan,” kata Erdenetsetseg.

Executive Director Thiess di Mongolia dan anggota kelompok kerja Keberagaman dan Inklusi Mongolia, Leon Coetzer, mengatakan bahwa timnya bekerja keras dalam mendukung keseimbangan gender yang lebih baik.

"CIMIC adalah sebuah perusahaan global dengan strategi keberagaman dan inklusi di seluruh bisnis globalnya termasuk Mongolia," kata Leon.

“Ini adalah sebuah langkah besar bahwa perempuan Mongolia kini diizinkan bekerja di bawah tanah.”

"Sebagai bisnis, kami terus mendukung strategi keberagaman dan inklusi di Proyek OT C2S dengan target untuk merekrut lebih banyak operator wanita dan melatih mereka sesuai dengan standar yang setinggi mungkin."

X
Cookies help us improve your website experience.
By using our website, you agree to our use of cookies.
Confirm