Manfaat operasional dari ilmu data

Tanggal
November 29, 2019
Kategori
  • Karyawan dan masyarakat
Tag

Di berbagai industri mulai dari perbankan hingga ritel, ilmu data digunakan untuk menyelesaikan permasalahan bisnis dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik.

Untuk penambangan, terdapat potensi keuntungan operasional yang sangat besar, dan ini adalah fakta yang diketahui betul oleh General Manager Thiess untuk Inovasi dan Teknologi, Mischa Traynor.

Merujuk pada laporan manajemen McKinsey & Company di acara IMARC (International Mining and Resource Conference) pada hari Rabu 30 Oktober lalu, ini adalah pengantar dalam presentasinya yang menguraikan perjalanan ilmu data di Thiess dan keuntungan yang diperoleh dalam mengantisipasi persyaratan perawatan armada alat berat.

“Laporan digitalisasi McKinsey 2015 mengatakan bahwa dengan menerapkan inovasi digital pada manajemen operasi tambang, terdapat kemungkinan dampak ekonomi $250 miliar per tahun bagi industri kami,” Mischa menjelaskan.

“Kami ingin mengetahui apakah ada cara sehingga kami dapat menggunakan kecerdasan ilmu data untuk menangkap beberapa manfaat ekonomi untuk memberikan nilai yang lestari bagi klien kami.” 

Mischa mengatakan bahwa dengan berpikir besar dan memulai dari yang kecil, terobosan dapat dilakukan tanpa memerlukan anggaran atau tim ilmu data yang besar.
“Kami memiliki beberapa tantangan yang harus diatasi lebih dulu, termasuk menemukan cara untuk mengolah data secara efektif dan aman, memberikan pengalaman yang berpusat pada pengguna, dan memberi dasar atas nilai dan pendapatan untuk bisa melihat manfaatnya manfaat.”

“Pendekatan kami saat itu salah satunya adalah kemitraan internal, dan berinvestasi dalam pondasi pengolahan data yang relatif murah, aman, dan merupakan landasan yang kokoh untuk dikembangkan lebih lanjut.”

“Dengan ini, kami kemudian dapat mulai membangun pandangan yang komprehensif tentang aset kami dan kondisi kesehatannya, dan kami mengembangkan solusi yang dinamakan PCRS - Plant Conditioning Reporting Solution (Solusi Pelaporan Pengkondisian Plant).

“Dalam PCRS, kami pengkodean atas bagaimana para ahli Aset kami mengevaluasi kesehatan aset - dengan menambahkan ambang khusus Thiess, yang mempertimbangkan aset individu, sejarahnya, kondisi operasi; dan menerapkan pengetahuan implisit mereka tentang aset Thiess.”

“PCRS pertama kami diujicobakan pada bulan Desember 2017 dan sekarang dilakukan dalam skala besar,” kata Mischa.

Setiap pagi di 18 lokasi berbeda di seluruh dunia, tim pemeliharaan memulai hari mereka dengan PCRS. Mereka menerima laporan mengenai kondisi mesin, transmisi dan sistem lainnya seperti strut dan rem, serta gambaran mengenai tindakan operator yang mungkin memiliki implikasi bagi kesehatan aset.

“Berkat PCRS, tim kami mempunyai informasi yang dapat mereka laporkan dalam pertemuan harian mereka sehingga dapat bekerja sama dengan tim operasi untuk menyelesaikan masalah yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja tambang secara keseluruhan,” kata Mischa.

“Apa yang PCRS berikan kepada kami adalah peluang yang lebih baik bagi tim Asset Reliability dan karyawan di site untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kegagalan komponen yang dipantau oleh PCRS untuk kemudian bisa diambil tindakan yang diperlukan," kata Mischa.

“Bisakah Anda bayangkan seberapa cepat kita semua bisa mendapatkan manfaat dari ilmu data di industri kita jika kita memiliki komunitas yang kolaboratif untuk menghadapi tantangan ini bersama-sama?”

“Tim ilmu data kami di Thiess akan sangat senang untuk menjadi bagian dari komunitas ini dan ini adalah undangan terbuka untuk saling terhubung.”

Acara IMARC diselenggarakan pada tanggal 29-31 Oktober 2019 di Melbourne Convention and Exhibition Centre dan merupakan salah satu acara sejenis yang terbesar di Australia.

Untuk menghubungi tim ilmu data Thiess, silakan mengirimkan email ke communication@thiess.com

 
X
Cookies help us improve your website experience.
By using our website, you agree to our use of cookies.
Confirm