Ramadan - waktu untuk refleksi, belajar dan berbagi

Tanggal
Mei 22, 2020
Kategori
  • Karyawan dan masyarakat
Tag

Selama sebulan lalu, umat Islam di seluruh dunia menjalani bulan Ramadan. Ini adalah waktu yang penting untuk melakukan refleksi diri, berdoa, dan mengasihi sesama dan merendahkan hati. Nazlee Salami berbagi kisah arti bulan suci ini bagi dirinya dan rekan Muslim di tim kita.

 

Nazlee adalah graduate tahun kedua di tim Community, Diversity & Inclusion kita.

Sejak 23 April, ia bergabung dengan rekan-rekan Muslimnya dalam menjalani bulan Ramadan - bulan kesembilan dari kalender Islam, ditandai dengan penampakan bulan baru.

Selama bulan suci ini, setiap hari umat Islam berpuasa dari sebelum fajar hingga matahari terbenam selama 29 atau 30 hari.

“Ramadan adalah waktu untuk merenungkan diri,” Nazlee menjelaskan.

“Ini adalah waktu untuk mengeksplorasi apa yang ada di dalam diri Anda ketika Anda menjauhkan diri dari gangguan dan keinginan duniawi, seperti makan dan minum.”

“Dengan menantang tubuh Anda secara fisik, Anda dipaksa untuk mengalihkan perhatian Anda ke aspek mental, emosional dan spiritual dari diri Anda, yang mungkin tidak menjadi perhatian selama kehidupan normal Anda. Oleh karenanya, Ramadan adalah saat refleksi diri.”

Belajar dan berbagi

Sebelum Ramadhan, Nazlee yang berbasis di Brisbane berbagi pesan kepada timnya mengenai apa saja yang terlibat dalam ibadahnya, apa artinya bagi dirinya dan bagaimana timnya dapat mendukungnya sepanjang bulan tersebut.

“Bekerja dengan perut kosong berarti saya memiliki energi yang lebih sedikit dan kesulitan untuk mempertahankan fokus dan konsentrasi, terutama jika Anda duduk di depan komputer hampir sepanjang hari.

“Saya berharapa rekan-rekan saya bisa bersabar dan fleksibel dengan saya sehubungan dengan beban kerja dan deadline.”

"Saya juga sangat menghargai ketika rekan-rekan saya sesekali menanyakan kepada saya bagaimana kondisi saya atau menawarkan bantuan jika dibutuhkan."

Membuka percakapan

Nazlee mencatat bahwa banyak orang ingin tahu tentang Islam dan apa artinya menjadi seorang Muslim dan mendorong rekan-rekan di seluruh bisnis untuk mengajukan pertanyaan.

“Saya suka ketika ada orang yang menunjukkan ketertarikan mereka dan bertanya tentang apa yang saya lakukan dan mengapa,” kata Nazlee.

“Saya kira yang penting bukan pada tindakan bertanya itu, tetapi bagaimana Anda menanyakannya.”

“Jika orang mengajukan pertanyaan dengan hormat dan penuh pertimbangan, saya merasa percakapan itu bisa menjadi cara yang bagus untuk belajar tentang ide, kepercayaan, dan budaya orang lain.”

“Jika kita tidak bertanya, kita tidak belajar; dan jika kita tidak belajar, maka kita membentuk penilaian buta dan prasangka kita sendiri.”

“Saya tidak menganggap diri saya sebagai ahli dalam topik ini, jadi jika saya merasa tidak yakin atau tidak nyaman menanggapi suatu pertanyaan tertentu, maka setidaknya saya dapat mengarahkan Anda ke arah yang benar untuk mendapatkan jawabannya.”

 
X
Cookies help us improve your website experience.
By using our website, you agree to our use of cookies.
Confirm