Mengenal Widhi – Paramedic Thiess di GBU

Tanggal
Januari 24, 2022
Kategori
  • Karyawan dan masyarakat
Tag

Bagi Widhi Suryo Wuriyanto, Paramedic kita di GBU, membantu orang lain merupakan sumber semangat. Terlibat dengan orang-orang dan terlibat dalam situasi yang sangat dinamis telah mendorong Widhi menjadi seorang Paramedic. 

Widhi bergabung dengan Thiess pada tahun 2019 dan beliau mengalami masa-masa yang sangat menantang saat pandemi COVID-19 menyebar ke wilayah Kutai Barat di Indonesia, lokasi Proyek GBU. 

Bagaimana kondisi saat COVID-19 mulai menyebar di wilayah Kutai Barat? 
Proyek Thiess di GBU telah mengantisipasi virus memasuki wilayah tersebut. Jadwal kerja karyawan dan masa karantina disesuaikan dan mengikuti berbagai pembatasan perjalanan yang ditetapkan oleh pemerintah, yang memaksa karyawan harus memperpanjang roster kerja mereka secara signifikan. Sebagai seorang paramedic, tugas saya bertambah untuk memenuhi protokol dan peraturan yang berlaku dari Pemerintah Indonesia. 

Meskipun ada batasan untuk operasi penambangan, Perusahaan terus beradaptasi dengan baik untuk mematuhi batasan dan protokol. Jadwal kerja yang panjang menyebabkan stres bagi karyawan, beberapa karyawan bahkan tinggal di lokasi hingga 12 minggu berturut-turut. 

Bagaimana situasi di lokasi proyek saat kasus COVID-19 pertama terkonfirmasi?
Salah satu karyawan dinyatakan positif COVID-19 pada bulan Juni 2020. Meskipun tidak menunjukkan gejala, kami melakukan inspeksi lapangan secara teratur untuk memastikan kami mengikuti pedoman ketat yang ditetapkan oleh pemerintah dan pihak berwenang untuk menangani kasus positif COVID-19. 
  
Apa momen paling menantang sebagai paramedic selama pandemi? 
Selain melakukan koordinasi rutin dengan pihak terkait, sulit untuk terhubung dengan karyawan di lokasi terpencil di wilayah Kutai Barat. Kadang-kadang, saya kesulitan untuk berkomunikasi dengan karyawan, memberikan obat-obatan dan dukungan lain yang mereka butuhkan dengan fasilitas kesehatan masyarakat yang sangat terbatas. 

Ceritakan tentang momen paling berkesan selama masa itu? 
Yang paling berkesan adalah gelombang kedua COVID-19 yang melanda Indonesia pada bulan Juli – Agustus 2021. 

Ada sekitar 130 kasus aktif, namun fasilitas rawat inap, obat-obatan, dan tangki oksigen langka. Sebagai satu-satunya paramedic yang bertugas saat itu, saya harus menjemput karyawan yang tidak sehat di lokasi terpencil dan mengantar mereka untuk perawatan di rumah sakit. Suatu malam yang tak terlupakan, saya melakukan perjalanan 2 jam di tengah malam untuk menjemput seorang karyawan yang sesak napas untuk mengantarkannnya ke rumah sakit, dan begitu saya tiba, saya harus segera pergi untuk menjemput karyawan yang lain. 

Tim warehouse kami di GBU sangat membantu. Mereka menyediakan pasokan tangki oksigen yang cukup dan mendapatkan akses ke ruang rawat inap untuk karyawan kami yang berada dalam kondisi kritis. Kami juga menyewakan dua hotel dengan 30 kamar untuk menampung karyawan dengan kasus terduga COVID-19 untuk mencegah penyebaran virus. 

Bagaimana kondisi mental Anda saat itu dan bagaimana Anda menjaga diri selama itu? 
Itu berdampak pada kesehatan mental saya. Saya tidak akan pernah melupakan saat pertama kali kehilangan rekan kerja di GBU, dan jumlah kematian terus meningkat. Kami bahkan kehilangan empat rekan kerja dalam satu minggu. Di sisi lain, sangat menyenangkan melihat karyawan yang saya bawa ke rumah sakit sembuh total. 

Bagaimana vaksinasi diimplementasikan di proyek GBU? 
Program vaksinasi di GBU berjalan dengan baik, karyawan sangat senang dengan program Vaksin Gotong Royong yang diberikan Thiess, apalagi program vaksinasi pemerintah saat itu belum sampai ke wilayah Kutai Barat. 

Apa yang Anda harapkan dari rekan-rekan Anda tentang COVID-19 ke depan? 
Jujur dan laporkan jika Anda merasa tidak enak badan dan mohon untuk tidak masuk kerja. Pelacakan kontak erat adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus di proyek dan hanya dapat dilakukan dengan kerja sama semua karyawan. 

Apa harapan Anda dalam beberapa tahun ke depan? 
Saya berharap untuk terus meningkatkan karir saya di Thiess. 

Apa yang Anda lakukan ketika libur kerja? 
Saat cuti, saya pulang ke Bandung di Jawa Barat untuk menghabiskan waktu bersama istri saya yang bekerja sebagai apoteker. 

Gambarkan diri Anda dalam tiga kata. 
Taat terhadap peraturan, pekerja keras, dan selalu ingin belajar. 

X
Cookies help us improve your website experience.
By using our website, you agree to our use of cookies.
Confirm